Always in My Heart

Hampir setiap minggu, seorang gadis kecil bersama Sang Bapak naik mobil menjemput Sang Ibu ke tempat kursus menjahit di daerah Kampung Keling, Medan. Sembari menunggu Sang Ibu selesai, kadang mereka beli rujak yang sangat enak yang tempatnya tak jauh dari kursus menjahit. Kadang mereka juga beli roti atau camilan yang enak di Sumatera Jaya (SJ). Dan kadang juga, mereka menyambangi toko kue India yang berada tak jauh dari SJ, kalau Sang Bapak lagi pengen makan kue kering kelapa ala India yang maknyus.

***

Bisingnya kendaraan yang lalu lalang, serta merta membuyarkan lamunan saya. Saya tidak sedang berada di Kampung Keling yang saya kenal dua puluh tahun yang lalu. SJ yang sekarang pun sudah ada steak house-nya.

20130824-190928.jpg

Tidak, ini pun bukan Medan yang saya kenal dulu. Di sore yang saat itu hanya tinggal beberapa saat lagi berbuka puasa, Medan terlihat dan terasa begitu hiruk pikuk, begitu hidup, begitu ramai, begitu sibuk, begitu macet, begitu kota.

Ya, begitu kota adalah kata yang tepat untuk menggambarkan Medan yang sekarang. Begitu rupa ia bersolek, hingga saya nyaris tak mengenalinya lagi. Pengemudi membawa kendaraan seenak udelnya. Lampu merah artinya jalan terus, bukan berhenti. Lampu hijau, ya, jalan terus juga :D. Cuma ada di Medan.

20130824-185032.jpg

20130825-194153.jpg

Agak berat mengakuinya, tapi kini Medan sudah asing di mata saya. Namun bagaimanapun, tetap saja kota ini adalah kampung halaman saya. Tempat lahir beta. Tempat Ayah Bunda membesarkan saya. Tak mungkin lepas dari ingatan. Ah, jadi terharu saya menulisnya. Bentar ya, ambil kain lap dulu untuk melap air mata yang jatuh sedikit di pelupuk mata :D.

Oke, mari kita lanjutkan. Airmata sudah kering :D.

Berkat seorang saudara yang baik hati, saya dibawa keliling Medan. Makan pangsit, beli andaliman, beli bolu Meranti (wajib hukumnya :D), melihat Mesjid Raya, Pasar Sambas, dst. Meski cuma dua malam, sudah cukuplah bagi saya untuk melepas rindu. Kalau ada umur serta rezeki yang panjang, bolehlah kita berjumpa lagi hihihiii :D.

Mesjid Raya Medan.

20130825-192734.jpg

Yuki Simpang Raya.

20130825-194425.jpg

Penjual kue kering di Pasar Sambas.

20130825-194501.jpg

Sudako atau angkutan kota (angkot) Medan, khas dengan warna kuning ngejrengnya :D.

20130825-194401.jpg

Becak motor (betor) populer dengan nama ‘becak mesin’.

20130825-194330.jpg

Pasar Sambas.

20130825-194249.jpg

Solo Photo, Kampung Keling.

20130824-185052.jpg

Pasar Central.

20130824-184936.jpg

Penjual andaliman di Pasar Central.

20130824-185020.jpg

Toko pakaian di pasar Central.

20130824-184907.jpg

Penjual lapchiong di Pasar Sambas. Lucunya, saya justru tahu kalau namanya ‘lapchiong’, dari seorang teman di Balikpapan, baru-baru ini :D. Jadi, selama hampir 30 tahun saya makan si lapchiong ini, saya nggak tahu namanya apa. Yang pasti, rasanya enak :D.

20130824-184820.jpg

Penjual kain di Pasar Sambas.

20130824-184805.jpg

Penjual daging di Pasar Sambas. Ambooooi.. harumnya… :D.

20130824-181739.jpg

Pertokoan di Jalan Sisingamangaraja.

20130824-181625.jpg

Mari Photo Studio.

20130824-181454.jpg

Pangsit Medan. Rasanya tiada duanya :D.

20130825-194511.jpg

Kota Medan dilihat dari atas.

20130825-192150.jpg

20130825-192217.jpg

Medan, kau selalu di hatiku. Always in my heart.

(photos are taken with iphone)

***

Tips jalan-jalan di Medan:

  • Hati-hati jambret/copet/perampok.

  • Kalau waktu Anda banyak, cobalah naik becak mesin/betor. Ongkosnya kalau jarak tempuh 3-4 km = Rp 10.000

  • Penginapan banyak terdapat di Jalan Sisingamangaraja.

  • Tempat makan tersebar dimana-mana. Dari mulai yang halal hingga tak halal. Kaki lima hingga restoran bintang lima, semuanya ada. Dan yang pasti semuanya enak :D. Kuliner Medan nggak ada yang nggak enak. Hahaha.

  • Kawasan Kesawan adalah Kota Tua-nya Medan. Wajib dikunjungi.

  • Sebaiknya gunakan pakaian yang tidak tebal, karena Medan panas.

Advertisements

19 thoughts on “Always in My Heart

  1. pursuingmydreams says:

    Mengamati foto-foto diatas, mulai dari jalanan, bentuk bangunan, dagangan di pasar, bahkan tipsnya hati-hati banyak copet. Aku jadi ingat pasar Inpres Senen di Jakarta loohhh, mirip 11:12 lah πŸ˜€ .

    Like

  2. hlga says:

    udah pernah berencana pergi ke medan ntar.
    ntar maksudnya kalo ada promo tiket pesawat murah hehehe

    jadi temanya street photography nih kak?
    :p

    Like

  3. Ailtje Binibule says:

    Aaaah foto-fotonya obat rindu kota Medan. Yukinya kenapa jadi bagus gitu, toko bolu meranti juga keren. Lapchiong itu apa ya, tampak kayak urutan di Bali. Patut dicoba nih kalau ke Medan.

    Btw, waktu awal datang ke Medan, saya dibawa supir tante ke pajak (pajak bow, bukan pasar). Kalau nyetir gak pakai klakson, dia buka kaca jendela, terus tangannya memukuli body mobil lainnya sambil berkata “Minggir kau…minggir kau”. Sementara saya duduk terdiam, bengong sambil doa-doa. Medan memang special dan aku cinta kota ini!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s