Sesak Napas di Kebun Sayur

20130824-142131.jpg

Dugaan saya ketika pertama kali mendengar nama Kebun Sayur, ia adalah tempat yang khusus menjual sayuran di Balikpapan. Rupanya dugaan saya meleset 100% sodara-sodara! Kebun Sayur adalah pasar inpres yang khusus menjual oleh-oleh atau suvenir khas Kalimantan Timur (Kaltim). Sampai sekarang saya belum tahu kenapa dinamakan Kebun Sayur. Kemungkinan besar, dulunya tempat ini adalah kebun sayuran yang sudah berubah fungsi menjadi pasar yang khusus menjual suvenir Kaltim.

***

Nah, beberapa waktu lalu, teman saya datang jalan-jalan ke Balikpapan. Sebelum ia pulang, saya membawanya ke pasar ini untuk berburu oleh-oleh. Konon, orang Indonesia tidak lengkap katanya jalan-jalan, kalau pulang tidak membawa oleh-oleh :D.

Setibanya disana, teman saya takjub. Takjub melihat banyaknya pilihan oleh-oleh. Dari mulai tas, kaos, syal Kaltim, gelang akar, hiasan dinding dari akar, patung Dayak, Batik Kaltim, tenun Kaltim, topi, miniatur orang dan rumah Dayak, dll, and last but surely not least, perhiasan dari batu khas Kaltim.

Kami pun berhenti di salah satu toko untuk mencari perhiasan. Saya yang tidak begitu senang dengan perhiasan, memilih memotret sekeliling. Dan tak disangka, saya menemukan kalimat keren berikut ini, tercetak pada satu kaos yang tergantung di salah satu kios. Bunyinya, “Hidup di Balikpapan tidak semudah membalik papan. Kecuali tukang kayu yang kerjanya ngebalik-balik papan.” Hahahaaa. Benar banget :D.

hidup di balikpapan

kaos

Sekembalinya saya dari memotret, ada seorang bapak yang sudah tua mendekati teman saya dan menggodanya. Dengan senyum dan wajah yang dimanis-maniskan, bapak tua itu berkata, “Yang itu saja, Dek. Bagus dipakai adek yang berkulit putih…..” Hiiii… Saya langsung teringat lagunya Anggun yang “Tua-tua Keladi”. Makin tua makin jadi. Segera setelah membayar perhiasan yang diinginkan, kami angkat kaki dari toko itu dan dari si bapak tua keladi…

gelang

gelang 2

Berhubung teman saya belum puas dengan perhiasan yang sudah didapat, kami masuk lagi ke toko lain. Sasaran berikutnya adalah kalung. Biasanya, kalung dengan batu yang bagus atau batu Dayak, digantung atau dijejerkan di bagian belakang toko. Harganya pun tentu lebih mahal. Memang bisa ditawar, tapi biasanya jatuhnya tidak terlalu jauh dari harga pertama. Kalau penjual tidak mau beranjak dari harga yang ia tawarkan, dan anda sudah kadung jatuh cinta dengan kalungnya, ya sudah beli saja. Toh, anda juga tidak terus-terusan datang ke Balikpapan, kan? Hehe :D.

20130824-103444.jpg

20130824-103433.jpg

20130824-103331.jpg

20130824-103309.jpg

Kalau Anda tidak suka perhiasan, jangan kuatir. Masih ada cinderamata lain menanti Anda. Seperti patung, topeng, kain, tas, ukiran kayu, asbak, mandau, dll.

20130824-103241.jpg

20130824-103300.jpg

20130824-103320.jpg

20130824-103400.jpg

20130824-103411.jpg

20130824-103423.jpg

Memang benar kata teman baru saya yang berada di dunia perblog-an ini. Habis keluar dari Kebun Sayur, bawaannya selalu sesak napas. Karena tak terasa, uang sudah habis ‘digerogoti’ didalam. Setelah dapat oleh-oleh untuk si A, ehh untuk si B, belum. Dapat untuk si B, ehh si C, belum. Begitu seterusnya. Gimana nggak sesak, kan? Hahahaa…

Tapi kalau saya pribadi sih, nggak usah diluar pasar, di dalam pasar saja sudah terasa sesak kalau melihat patung-patung atau topeng Dayak atau hiasan dinding khas Kaltim bertebaran disana. Hahahah… Rasanya pengen saya borong semua lalu dipajang dirumah. Habis itu bangkrut. Hahaha… πŸ˜€

***

Bagaimana kawans, sudah ada yang sesak napas belum membaca tulisan di atas? πŸ˜€ Kalau belum, silahkan tengok foto-foto dibawah ini. Kalau belum sesak napas juga, langsung saja datang ke Kebun Sayur. Dijamin, Anda pasti sesak! Ditunggu! πŸ˜€

cincin

kios

penjual sibuk

(Photos are taken with Lumix and iphone. Tulisan ini dipersembahkan untuk teman baru saya yang calon binibule ^_^)

*****

Tips belanja di Pasar Inpres Kebun Sayur:

  • Kebun Sayur buka dari jam 9 pagi-6sore.

  • Kalau naik angkot dari Jalan Sudirman, ambil angkot warna biru nomor 6. Tapi harus ditanya dulu ke supirnya, apakah sampai ke Kebun Sayur atau tidak.

  • Toilet umum terletak di dekat mushola. Tapi kalau mau toilet yang lebih memadai, sebaiknya pergi ke Plaza Kebun Sayur yang berada di seberang Pasar Inpres.

  • Kalau barang non perhiasan/permata, pengalaman saya, harga bisa ditawar hingga 50-60%.

  • Hendaknya jeli jika Anda mau membeli batu berharga. Konon, banyak juga yang palsu.

  • Sebaiknya Anda bikin daftar yang mau dibeli dan tetap berpegang teguh kepada daftar itu. Karena menurut pengalaman beberapa teman, bisa kalap kalau belanja disini :D. Yang tak perlu dibeli pun jadi terbeli πŸ˜€

Advertisements

18 thoughts on “Sesak Napas di Kebun Sayur

  1. Mungkin dulu nya pasar tsb menjual sayuran πŸ˜€ 3 tahun lalu aku dan ibuku jalan-jalan ke Balikpapan, mungkin kami ke pasar kebun sayur ini, lupa sih. Beneran kalap semua mau dibeli karena murah-murah sekali. Aku beli banyak kalung2 batu, baju-baju, perlengkapan dapur. Cuma saat itu ga lihat ada jual tas2. lah di blog Messa ini ada foto tas motifnya bagus-bagus pula.

    Like

  2. tempat yang gak cocok buat saya.
    kecuali kalo suatu saat pengin belanja sih.

    hehehe

    sampe sesak napas gitu berarti lebih rame dari tanah abang di jakarta dong?
    :p

    Like

  3. Terimakasih atas persembahan tulisannya. Saya rindu (dan setengah benci) dengan pasar ini. Barangnya bagus-bagus dan termasuk murah untuk ukuran Balikpapan yang mahal. Cuma orang Indonesia emang gak afdol kalau gak nawar habis-habisan, tapi mereka nggak tergoyahkan, harga nggak bisa merosot jauh.

    Btw, saya menemukan harga-harga aksesoris kalung manik dayak itu lebih murah di Banjarmasin daripada di Balikpapan. Sebuah kalung bisa dihargai 15.000 saja. Kasihan pengrajinnya, untungnya tak seberapa, matanya sakit masang manik-manik.

    Like

    1. Hahhaha benar ito. cowok mana pun tak ada yang sabar berlama-lama di pasar to πŸ˜€ aku juga termasuk cewek yg kurang suka berlama-lama di pasar. Kalau sudah ketemu barang yg disuka, tawar 1-2 kali langsung cabut πŸ˜€

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s