Bunga Terakhir

Bunga terakhir…
Kupersembahkan kepada yang terindah
Sebagai satu tanda cinta untuknya

Bunga terakhir…
Menjadi satu kenangan yang tersimpan
Takkan pernah hilang ‘tuk selamanya…

20130721-135641.jpg

Bunga diatas adalah bunga mawar terakhir yang tumbuh di balkon saya. Nampaknya saya memang tak berbakat dengan yang namanya memelihara bunga 😀 . Mengagumi sih iya, tapi memelihara nampaknya bukan bagian saya 😀 . Akhirnya bunga-bunga saya mati.

Kini tinggal si cemara lah yang masih bertahan. Soale mereka tanaman yang kuat. Meski jarang disiram, tapi masih tetap bertahan hidup hingga sekarang 🙂 . Hebat, ya? Membuat saya jadi berpikir: lha kalau melihara bunga aja mati, gimana ntar kalau melihara anak?? Jangan-jangan mati juga kalau di tangan saya 😀 Hihihiii 😀 . Nggak ding. Beda dong, ya? Bunga ya bunga. Anak ya anak. Iya toh? 😀 . All right then. Selamat ber-bunga terakhir dan selamat ber-hari Minggu!

(Bunga Terakhir: Bebi Romeo. Foto: Messa)

Advertisements

4 thoughts on “Bunga Terakhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s