Pundung

Sore itu Stuart menemukan Dave di dapur, berkutat di atas talenan membuat ini:

pundung

Stuart: Lho.. Kenapa kau Dave? Lagi pundung?

Dave: Iya..

Stuart: Karena apa?

Dave: Kita nggak menang lomba giveaway yang kemaren… 😦

Stuart: Ohhh, itu rupanya. Ya, sudahlah. Dalam perlombaan pasti ada yang kalah dan menang, Dave.

Dave: Iya sih… Tapi kenapa kita nggak menang, ya? Apa karena tampang kita bukan tampang pemenang, ya, Stu? 😦 Atau mungkin gara-gara rambut kita kurang kelimis, ya? 😦

Stuart: Ah, sudahlah Dave! Jangan kayak orang susah gitu! Nanti kalau sudah gajian, kubelikan kau pie sampai kau bosan makannya!

Dave: (dengan mata berbinar-binar) Beneran, Stu?

Stuart: Ya iyalah! Kapan sih aku bohong kepadamu?

Dave: Horeeeeee 😀 😀 😀 😀

Stuart: Sekarang, bantu aku menumis sayur, memeras jeruk dan masak pisang goreng untuk lauk kita buka puasa nanti malam. Oke? 🙂

Dave: Okeee! Siaaap! 😀

bahan tumisan

memeras jeruk

banana

pisang siap digoreng

***

Malamnya, Dave akhirnya tidak pundung lagi. Wajahnya langsung cerah demi melihat pisang goreng tersaji di hadapannya :).

pisang goreng

***

Advertisements

14 thoughts on “Pundung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s