Sekolah

membaca

Rupanya kegiatan saya bakar-membakar kue sudah terdengar hingga ke telinga Bapak saya. Dan beliau kurang senang nampaknya..


Bapak: Ngapain si Messa itu bikin-bikin kue? Kue kan bisa dibeli, lagipula mereka cuma berdua disana. Lebih baik melanjutkan sekolah lagi yang durasinya satu atau dua tahun…

Messa: Iya sekolah memang penting, Pak. Karena tujuan utama sekolah adalah untuk membentuk cara berpikir. Tapi disini nggak ada sekolah dengan jurusan yang saya sukai, Pak, yaitu Filsafat. Dulu kan kalian melarang saya untuk mengambil jurusan itu. Filsafat itu utopia menurut Bapak. Makanya akhirnya saya sekolah di jurusan yang menurut Bapak “banyak diminta oleh pasar”. Padahal saya pengen banget jadi filsuf yang berjanggut panjang, Pak…

Eniwei Pak, hidup ini juga sekolah koq. Tiap hari mesti masuk (kecuali kalau sudah meninggal dunia), tidak pernah libur dan ujiannya suka mendadak pula. Saya pikir, sekolah bukan cuma milik Matematika, Fisika, Bahasa Inggris, Akuntansi, dan lain sebagainya. Motret juga sekolah lho, Pak…

Oya Pak, zaman sekarang sudah banyak sekolah atau kursus online baik yang gratisan ataupun yang berbayar bertaburan di internet. Seperti misalnya di coursera (saya dapat infonya dari anak Bapak yang nomor tiga atau adik saya yang nomor dua). Bahkan saya sudah ambil satu kelas filsafat disana, Pak..

Jadi, jangan kuatir, Pak, saya masih tetap sekolah koq, tapi kali ini dengan cara saya sendiri 🙂


 

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Sekolah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s