Torani: Sekali Saja Belum Cukup

Rumah Makan Torani

Rumah Makan Torani

Jika Anda sedang berada di Balikpapan, ingin menikmati kuliner Balikpapan, maka saya rekomendasi Anda untuk berkunjung ke Rumah Makan Torani.

Mengapa saya ‘berani’ merekomendasi Anda untuk berkunjung kesana? Ingin tahu alasannya? Silahkan simak penjelasan saya dibawah ini :).

***

Sudah cukup lama saya mendengar nama Rumah Makan Torani ini, namun baru beberapa siang yang lalu saya berkesempatan mengunjunginya.

Terletak di pinggir jalan Jenderal Sudirman RT 41 No.73, membuat Rumah Makan Torani ini mudah diakses, baik dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Jika Anda datang dengan menggunakan kendaraan pribadi, tersedia tempat parkir yang cukup luas. Jadi jangan kuatir Anda tidak mendapat tempat parkir untuk kendaraan Anda.

Ruangan rumah makan yang dibangun dengan konsep semi terbuka, membuat udara bebas keluar masuk di siang hari itu. Terdapat tempat lesehan juga jika Anda ingin bersantap dengan suasana santai.

Ingin membuktikan slogan yang mereka usung β€œRajanya Bandeng Tanpa Duri”, maka siang hari itu saya pun memesan ikan bandeng bakar jagoan mereka. Tidak lupa pula saya memesan pepes rajungan (kepiting) serta paha ayam bakar yang juga merupakan salah dua dari menu andalan mereka.

Tidak menunggu lama, seorang pelayan datang ke meja saya membawa bandeng bakar pesanan saya. Yang tidak biasa dari Rumah Makan Torani ini adalah, nasi beserta pelengkapnya (lalapan, timun, kemangi, sambal, sayur, dlsb) terletak di meja tersendiri, semacam ala prasmanan. Jadi pengunjung bebas mengambil sendiri sesuai dengan kemampuannya :).

Bandeng Bakar

Bandeng Bakar

nasi putih dan sambal

nasi putih dan sambal

Bandeng bakar dicocol dengan sambal merah yang pedasnya aduhai, ditemani nasi putih hangat, pas sekali rasanya menari-nari di lidah saya :). Bandengnya benar-benar tanpa duri (meski masih ada sedikit di bagian ekornya), bukan duri lunak atau duri hancur. Kalau durinya lunak atau hancur berarti masaknya di panci bertekanan (baca: di presto). Nah, kalau tanpa duri, berarti durinya dicabutin satu per satu, kan? πŸ˜€

pepes rajungan

pepes rajungan

pepes rajungan

pepes rajungan

Selesai dari bandeng bakar, saya beralih ke pepes rajungan. Keseimbangan rasa antara asam, pedas dan gurih serta wangi daun kemangi yang menyatu di daging kepiting, membuat saya ingin berlama-lama menghabiskan menu yang satu ini. Enak banget! Tak salah memang, kalau ia berada dalam daftar menu β€œyang selalu dan paling dicari konsumen” :).

paha ayam bakar

paha ayam bakar

Terakhir, saya mencoba paha ayam bakarnya. Saya ingin tahu apakah menu non ikannya di masak seenak menu ikannya. Dan ternyata sekali lagi, rasanya pun enak! Pas sekali dicocol dengan sambal rawit kecap. Maknyus!

Ketika menerima tagihan yang harus saya bayar di siang hari itu, saya senyam-senyum melihat jumlah yang tertera pada kertas tagihannya. Harganya tidak bikin kantong bolong! :D. Ah, senangnya! Jadi pengen sering-sering datang kesini hihihi :D. Sekali saja belum cukup :D.

***

Jadi, sudah jelas, kan? Kalau Anda ingin menikmati kuliner Balikpapan yang enaknya jelas, membikin puas serta kenyang dan harga bersahabat, ke Torani saja ;).

Oya, masih ada potongan harga 10% lho untuk follower @RM_Torani. Makanya, tunggu apa lagi? Segeralah follow dan meluncur ke sana πŸ˜‰

torani

torani

Advertisements

20 thoughts on “Torani: Sekali Saja Belum Cukup

  1. Fascha says:

    Laper deh … kangen masakan Indonesia, kangen sambel banjar yang paling aku hindari pas di Samarinda dulu… nyesel deh kenapa harus menghindari sambel itu! pengen pepes rajungannya ituh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s