Balada Pernikahan

Beda pernikahan, beda pula permasalahan yang dihadapi. Ada yang begini, ada yang begitu. Seringkali karena keras hati, keras kepala, tidak ada yang mau mengalah, tidak ada yang mau berubah, jalan perceraian pun tak terelakkan.

Ada seorang ibu, sebutlah namanya Ibu Tini. Suatu hari Ibu Tini didatangi seorang sanak saudaranya yang bernama Tim. Tim berkeluh kesah kepada Ibu Tini. Ia mengadu tentang pernikahannya yang sedang bermasalah. Tim pernah gagal dalam pernikahannya yang pertama dan dari pernikahannya yang kedua ini, Tim memperoleh tiga orang anak yang semuanya laki-laki. Menurut Tim, istrinya yang sekarang kurang perhatian kepadanya. Tim pun memilih pergi meninggalkan keluarganya dan membawa seluruh pakaiannya ke dalam mobilnya. Ia pun luntang-lantung hidup di jalan ditemani mobilnya.

Ibu Tini menjawab pengaduannya itu: β€œTim, kamu tahu sendiri, saya rela menikahkan suami saya, lagi, dengan seorang perempuan supaya kami memperoleh keturunan. Kamu, yang sudah diberikan Tuhan tiga orang anak laki-laki, yang semuanya sehat tidak kekurangan suatu apa pun, malah pergi meninggalkan keluargamu. Tuhan itu bisa marah kepada saya kalau saya abaikan anak-anak dan keluarga yang sudah saya minta dari Tuhan. Tuhan pun bisa marah kepadamu, Tim, kalau kamu tinggalkan keluargamu yang sudah diberikan Tuhan itu.

Kalau ada yang kurang dari istrimu, yang tidak sesuai dengan hatimu, entah sikapnya, entah perhatiannya, entah apa pun itu, kamu ajar-ajarilah dia dengan kasih, dengan lembut, jangan kasar. Tapi kalau mau terus menerus harus sama sikapnya seperti yang kamu mau, tidak mungkin. Namanya juga laki-laki dan perempuan, pasti berbeda, Tim. Kamu sudah gagal dalam pernikahanmu yang pertama. Masak mau kamu gagalkan lagi yang sekarang? Berdoalah, Tim. Undang Tuhan supaya masuk ke dalam pernikahanmu. Jangan keraskan hatimu, Tim. Saya akan mendoakanmu juga disini. Sekarang, pulanglah kepada keluargamu.”

Tak lama setelah kejadian itu, pernikahan Tim membaik.

***

Kalau Anda masih ingat, mukjizat Yesus yang pertama ketika Ia memulai pelayananNya di bumi adalah mengubah air menjadi anggur, pada suatu pernikahan di Kana (Yohanes 2:1-11). Mereka kekurangan anggur, sehingga Maria, ibu Yesus, meminta dengan iman agar Yesus menyediakan anggur. Dan seperti yang kita semua ketahui pada kisah tersebut, Yesus secara ajaib mampu mengubah air menjadi anggur.

Apa artinya? Artinya adalah, pernikahan itu penting di mata Tuhan. Bahkan sesungguhnya pernikahan pada awalnya adalah inisiatif Tuhan sendiri. Sehingga kalau Anda merasa ada yang kurang dalam pernikahan Anda, undanglah Tuhan supaya Ia masuk ke dalam pernikahan Anda. Mintalah dengan iman, supaya Ia melengkapi apa pun yang diperlukan di dalam pernikahan Anda.

Maukah Anda?

Advertisements

8 thoughts on “Balada Pernikahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s