Hongkong, Macau, Kuala Lumpur

cover hkg kl macau

Akhir tahun lalu, kami beserta orangtua kami berlibur ke Kuala Lumpur (KL), Hongkong (HKG), Macau. Ide mengajak orangtua kami berasal dari suami saya. Menurutnya, mumpung orangtua kami masih sehat, mengapa tidak disenangkan hati mereka dengan pergi liburan? Saya setuju dengan ide beliau.

Kami pun mempersiapkan sendiri semua perjalanan itu selama kurang lebih tiga bulan. Stres pastinya. Kalau menggunakan jasa agen perjalanan, kita tinggal bayar, datang, lalu duduk manis selama perjalanan :D. Namun kalau menggunakan agen perjalanan, kami tidak akan merasakan ‘serunya’ ‘berpontang-panting ria’ menyiapkan/memikirkan tetek bengek ini dan itu :D. Dan itu baru sedikit orang yang kami bawa, baru keluarga sendiri yang harus dihadapi. Itu pun sudah stres :D. Stres saking senangnya maksud saya (ngeles mode on.. hahaha).

Bagaimana dengan pemandu wisata yang harus menghadapi sekian puluh orang? Yang notabene sama sekali tidak dia kenal dan semua orang berbeda-beda kepribadiannya :D. Belum lagi harus mengkonfirmasi pihak-pihak yang perlu dikonfirmasi di negara tujuan. Belum lagi harus siap-siap dengan rencana B, C, D, jika rencana A gagal. Harus super sabar dan super kepala dingin tentunya :D. Gara-gara pengalaman mengatur perjalanan itu, kami bisa membayangkan betapa ribetnya ternyata menjadi pemandu wisata itu, sehingga sekarang semakin menghargai pekerjaan mereka :).

Untuk urusan penginapan, kami menggunakan jasa Agoda. Selama perjalan, kami tidak menemukan masalah yang berarti dengan pihak Agoda. Semua berjalan lancar, asalkan kita bisa menunjukkan dokumen yang digunakan saat pemesanan, kepada pihak penginapan.

Sempat ragu sih beberapa hari sebelum memutuskan akan menggunakan Agoda. Alasannya, ada seorang traveler terkemuka Indonesia yang komplain kepada Agoda gara-gara ia tidak diterima di penginapan yang sudah di pesan dan di bayar lunas tersebut. Hati saya kebat-kebit jadinya. Seorang traveler nomor wahid Indonesia saja bisa tidak diterima di penginapan, apalagi dengan saya yang notabene baru pertama kali (baca: cupu, culun punya) menggunakan jasa Agoda? Bisa-bisa saya bernasib sama dengan dia… Tapi akhirnya suami meyakinkan saya untuk memakai Agoda.

Kalau maskapai penerbangan, kami menggunakan Air Asia tentunya. Murah meriah (baca: terjangkau) dan yang penting selamat sampai tujuan :D. Namun ada satu hal yang berhubungan dengan Air Asia dan belum tuntas sampai sekarang. Saat pesawat siap-siap berangkat dan siap-siap menurunkan penumpang (penerbangan dari dan menuju Kuala Lumpur), ada satu lagu yang terus menerus mereka putar yang beat nya cepat dan enak terdengar di kuping saya. Mungkin karena saya stres, hingga tiba di Tanah Air, saya lupa menanyakan judul lagunya kepada awak kabin. Saya coba cari di internet, juga hasilnya nihil. “Nasibmulah nak. Mungkin kamu tak berjodoh dengan lagu itu,” kata hati saya menghibur diri.. Hahaha… Iya lah mak :D.

***

Supaya cepat, berikut ini ringkasan hal-hal yang perlu diperhatikan kalau Anda mau bepergian kesana:

  1. Bawa paspor (visa tidak perlu), tiket pesawat, asuransi, voucher hotel, voucher-voucher lain yang penting, kartu tanda pengenal, kartu kredit, uang, colokan listrik kaki 3, obat-obatan, vitamin, tisu.
  2. Pilih penginapan yang dekat dengan pusat keramaian dan transport mudah. Misalnya di HKG dengan Tsim Sha Tsui-nya, KL dengan Bukit Bintang-nya, Macau dengan Senado Square-nya.
  3. Bawa kamera, henpon, leptop, kartu memori, charger, ipad, iphone, dll.
  4. Bawa pakaian secukupnya, survey cuaca di tempat tujuan supaya Anda nggak ‘salah kostum’.
  5. Cek kurs mata uang Rupiah terhadap Malaysian Ringgit (MYR), Hongkong Dollar (HKD) dan Macau Pataca. HKD bisa digunakan di Macau, tapi tidak sebaliknya.
  6. Kota paling mahal adalah Hongkong. Plastik saja harus bayar di kota ini.
  7. Kota yang agak murah biaya hidupnya menurut saya adalah KL.
  8. Alat transportasi di Macau hanya bis & taksi. Paling canggih ada MTR yang hampir mencakup seluruh daerah HKG.
  9. Beli octopus card di HKG yang selain berguna sebagai tiket masuk MTR & bis, bisa juga digunakan untuk belanja di beberapa tempat belanja.
  10. Jangan buang sampah sembarangan dan jangan meletakkan tas/barang Anda sembarangan.
  11. Orang HKG hanya sedikit yang bisa berbahasa Inggris. Jadi gunakan bahasa isyarat (misalnya pakai gambar). Well, it works for us :D.

***

Ada yang mau menambahkan daftar di atas? Tunggu sambungan serial liburan ini ya kawans 😉

Advertisements

6 thoughts on “Hongkong, Macau, Kuala Lumpur

    1. iya kak, itulah karna saking bangganya mereka dgn bahasa aslinya itu. tapi gitu pun, tiap tahun tetap aja banyak datang turis dari seluruh dunia mengunjungi mereka hahaha.. btw, itu teman kakak kena charge melalui A***a?

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s