Antara Pe-Em-Es, Kucing dan Nasib

cat

Seperti biasa, hari Minggu pagi, saya dan suami mengikuti kebaktian di salah satu gereja yang ada di kota kami ini. Tidak ada yang luar biasa pagi itu, kecuali kondisi saya yang sudah agak mendingan dari pre menstrual syndrome (PMS) pada hari sebelumnya.

Mungkin sebagian dari Anda, para pembaca yang budiman, sudah tahu dan pernah merasakan bagaimana nggak enaknya saat-saat PMS ini. Kepala pusing, mual, tambah sensitif, mudah depresi, sedih, dlsb (silahkan Anda tambah daftar tersebut kalau mau).

Sekeluarnya dari gereja, mata saya tertumbuk kepada seekor anak kucing yang masih kecil, berbulu putih, yang (menurut saya) sedang berjalan dengan rapuh dari arah kiri menuju ke kanan jalan. Mungkin ia bermaksud mau menyeberang. Namun langkahnya agak terseok-seok dan lambat menurut saya. Mungkin karena dia masih kecil.

Saya pikir karena jemaat sudah berkeluaran dari gereja, pastilah jalanan akan semakin ramai dan kemungkinan besar si kucing kecil ini akan terinjak karena ia menghalangi orang-orang yang berjalan lalu lalang. Maka supaya ia tidak diinjak orang, dengan kaki kiri, saya mengangkatnya dan memindahkannya agak ke kanan jalan, dengan maksud supaya ia tak lagi menghalangi jalan. Sebenarnya saya ingin memindahkannya lebih jauh lagi ke kanan jalan, tapi suami saya berkata supaya tidak usah memindahkannya lagi, karena percuma, kalau dipindahkan pun, ia akan kembali lagi ke jalanan or something like that.

Saya pun mendengarkan suami saya, membiarkan si kucing dan berharap ia akan baik-baik saja. Baru beberapa detik kami tinggalkan kucing tersebut di belakang, terdengar suara gaduh. Saya menoleh and I can’t believe my eyes. Seseorang menendang kucing kecil itu ke arah pagar kayu dan, “Duk!,” begitu bunyinya ketika tubuh si kucing ‘mendarat’ di pagar kayu itu. WHAT??!

Otomatis saya berkata (setengah berteriak sebenarnya), “Loh, koq ditendang?!!!” sambil memandang geram ke arah si penendang. Saya pikir, saya melihat wajah si penendang ini masih bisa tertawa. ARRRGGGHHH!!! Entah apa isi kepala si penendang itu??

Bukankah dia BARU SAJA KELUAR DARI GEREJA dan MENDENGAR KHOTBAH Minggu??? Apa sih yang orang ini dengar di gereja tadi?? Kalau pulang gereja ketemu kucing langsung aja ditendang, gitu kali, ya, yang ia dengar dari mimbar??? Pakaian bagus tapi KELAKUAN NOL. Memangnya si kucing itu menerkamnya?? Koq sampai tega banget menendang kucing kecil begitu?? Kecil-kecil gitu ciptaan Tuhan juga!! Dan pastinya Tuhan nggak kurang kerjaan menciptakan si kucing kecil itu!! Pasti ada tujuannya makanya ia diciptakan!! ARRRGGHH!! Parah!

***

Saya tak tahu entah bagaimana nasib si kucing setelahnya. Apakah ia masuk ke selokan? Langsung mati? Atau masih mampu bertahan hidup? Harapan saya, ia masih hidup. Karena katanya kucing punya sembilan nyawa. Entahlah. Namun yang pasti, saya menyesal, sedih dan merasa bersalah setelahnya. Ditambah lagi, gara-gara sedang PMS, jadi semakin bertambah sedih saja perasaan saya. Menyesal, mengapa ia tidak saya angkat pakai tangan saja tadi supaya cepat? Ah..

Saya takut kalau si kucing itu penyakitan. Nampaknya ia adalah kucing tak bertuan (baca: kucing liar), makanya saya angkat pakai kaki, bukan dengan tangan. Tapi kalau saja saya angkat pakai tangan, mungkin ia takkan ditendang… Mungkin…

Tapi saya sadari, tak ada gunanya menyesal. Tak ada gunanya mundur. Sudah terjadi. Sudah lewat. Semoga lain kali saya lebih bijaksana, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menolong kucing yang perlu ditolong.

Sembari menutup tulisan ini saya bertanya-tanya, apa mungkin sebenarnya tadi sudah nasib si kucing untuk ditendang, dan sudah nasib saya untuk PMS, lalu ‘menolongnya sedikit’ kemudian menyesal?

Advertisements

7 thoughts on “Antara Pe-Em-Es, Kucing dan Nasib

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s