Kesombongan

12

Beberapa waktu lalu kami berkesempatan berkunjung ke Dubai. Kota tercanggih di Timur Tengah, menurut saya. Kotanya hampir sama seperti Jakarta yang merupakan ‘hutan beton’. Kecuali, mungkin, kemacetannya tidak separah Jakarta.

Di Dubai ini terdapat Burj Khalifa, yakni salah satu landmark Dubai dan juga merupakan gedung/bangunan tertinggi di dunia.

Mendengar nama Burj Khalifa ini, saya menjadi teringat kepada kejadian Menara Babel seperti yang tertulis di Kitab Perjanjian Lama. Pembangunan Menara Babel ini konon merupakan gambaran kesombongan manusia yang lebih mengagungkan atau mendewakan dirinya sendiri, daripada Tuhan.

Demi melihat rencana manusia yang jahat itu, Tuhan pun turun tangan dan mengacaukan bahasa manusia yang digunakan saat membangun menara tersebut. Maka gagallah pembangunan menara, yang menurut rencana, puncaknya hendak sampai ke langit.

Uniknya, meski pembangunan menara Babel yang dulu telah digagalkan Tuhan, hal itu tidak menjadikan manusia berhenti membangun ‘menara-menara Babel’ lainnya. Bahkan akhir-akhir ini manusia di seluruh penjuru dunia berlomba-lomba membangun ‘menara Babel baru’. Sehingga, menurut saya, kesombongan manusia bukannya menurun, melainkan bertambah tinggi dan tinggi setiap harinya.

Ya, tidak dapat dipungkiri, karena manusia telah jatuh kedalam dosa, bibit kesombongan itu pun ikut melekat dalam diri kita. Pertanyaannya, apakah kita mau memelihara bibit kesombongan itu sehingga ia ‘hidup dan bertumbuh semakin besar’, atau mematikannya?

Memang bukan pilihan yang mudah. Namun, kata Tuhan, kesombongan adalah awal dari kehancuran (Amsal 18:12, 16:18). Teman-teman, ingatlah, kesombongan adalah ketika kita menomorsatukan diri kita (entah itu karena kepintaran/kecerdasan kita, dlsb) dan melupakan Tuhan sama sekali.

Saran saya teman, gunakanlah segala sesuatu yang ada dalam diri anda untuk kebaikan dan memuliakan Tuhan, bukan untuk kesombongan yang ujungnya akan membawa anda kepada kehancuran. Semudah itu Tuhan memberikan segala sesuatu kepada diri Anda, namun semudah itu pula Ia akan mengambil segala sesuatu yang ada dalam diri Anda. Jadi sebenarnya, tidak ada gunanya bersombong ria :).

Kiranya menghapus kesombongan merupakan salah satu hal yang ada dalam daftar resolusi tahun baru anda. Atau mungkin lebih baik lagi, anda bisa memulainya saat ini juga. Kalau anda tak tahu bagaimana memulainya, mintalah kepada Tuhan, Ia hanya sejauh doa.

Advertisements

7 thoughts on “Kesombongan

  1. niee says:

    dan Al-Quran mengatakan tanda-tanda kiamat salah satunya adalah gedung yang bertingkat-tingkat. Berarti manusia sendiri yak yang ‘membangun’ tanda kiamat itu.. hmmm..

    mudah2an kita bisa tetep hidup dengan nyaman beberapa ratus tahun lagi yak 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s