Oman at a Glance: Finale

Seri terakhir sekilas cerita dari Oman. Kemarin-kemarin saya sudah bagikan sedikit tentang Muttrah dan Jabal Shams. Silahkan dibaca kalau mau :).

Kalau anda berkunjung ke Oman, jangan lupa berkunjung ke Wahiba Sands. Mungkin anda akan takjub juga seperti saya. Sejauh mata memandang hanya terlihat pasir cantik, pasir cantik dan tiba-tiba ada sekelompok unta berjalan melewati anda.. Wiiih.. Sungguh pengalaman yang sangat mengesankan! :).

Hubungi saja Zahara Tours kalau anda ingin ke Wahiba Sands tapi nggak mau repot, tinggal duduk manis saja di mobil hihihihii :D. Saya bukan promosi lho, hanya ingin berbagi informasi yang berguna saja koq :).

Perjalanan darat dari Muscat ke Wahiba Sands memakan waktu sekitar 10 jam. Kami berhenti di Quriyat, Bimah Sinkhole, Mausoleum Bibi Miriam, Wadi Arabayeen dan Sur. Capek memang. Tapi begitu anda melihat Wahiba Sands, pasti anda akan menganga seperti saya waktu itu. Kalau anda nggak menganga juga nggak apa-apa koq :D.

Di Wahiba Sands kami menginap satu malam di 1000 Night Camp. Sebuah penginapan yang menyediakan pengalaman tidur di gurun pasir, dibawah langit berbintang yang dinginnya minta ampun,Β  dan lengkap dengan tenda Bedouinnya :D. But is was truly great and unforgettable! :D.

Tendanya berwarna hitam terbuat dari wol Bedouin katanya. Bedouin kalau tak salah adalah nama salah satu suku untuk etnis Arab. Suku Bedouin ini tinggal di gurun pasir Wahiba itu.

Kami sempat singgah di perkampungan Bedouin yang ada di Wahiba Sands. Tapi kalau saya tak lupa, oleh guide, kami dilarang memotret mereka (orang-orang suku Bedouin yang kami kunjungi itu). Soale sudah saya korek-korek koleksi foto saya, tak ada saya temukan jepretan saat berkunjung ke tenda mereka. Entah karena saya sakit kepala waktu itu (karena panas matahari dan lapar), atau memang karena dilarang memotret, saya lupa. Jadi maafkan saya ya kalau foto suku Bedouinnya tak ada. Oya, mereka menjamu kami dengan secangkir minuman tradisional khas Bedouin yang rasanya pahit (baca: nggak enak), menurut saya :D.

Sebelum kami pulang ke Indonesia, kami dan beberapa teman piknik untuk melihat air terjun :D. Suami sudah curiga sih, mana ada air terjun di Oman hahahhaa.. Kalaupun ada pasti kecil dan sebenarnya tak layaklah dibilang air terjun :D. Dan ternyata benar sodara-sodara hahahaa… Air terjun ecek-ecek hihihihi.. Tapi kalau sama orang Oman mah sudah hebat sekalilah itu bisa ketemu air keq gitu :D. Oman memang unik!

Oke, langsung saja disimak beberapa foto yang berhasil saya di abadikan dalam perjalanan ke Wahiba Sands dan sekitar Muscat.

Enjoy!

Advertisements

19 thoughts on “Oman at a Glance: Finale

    • h0tchocolate says:

      makasih kak πŸ˜€ naik onta dong hihiiii πŸ˜€ jalan-jalanlah kesana kak, you won’t regret it πŸ˜‰ lokasinya memang keren kak, tapi memang tergantung the man behind the camera juga dong hihihii πŸ˜€

      Like

  1. Kaspar says:

    Air terjun??…dikampung kami di Lontung, Samosir ada juga kek gitu Ito, tapi bukan air terjun kami bilang…alias “binanga”…wkwkwk

    Tapi paten bah potonya…sakses trus ya Ito.
    Horas

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s