Pemimpin yang Baik

Saya bukan pendukung gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang baru saja terpilih. Saya hanya sekedar mengikuti berita-berita tentang mereka yang bertabur di media massa. Meski begitu, saya ucapkan selamat untuk Jokowi dan Ahok.

Ada satu hal yang menarik dari ucapan Jokowi beberapa waktu lalu saat dirinya ramai diberitakan di televisi. Beliau kerap mengatakan “pemimpin adalah pelayan, untuk melayani rakyat.” Hal itu benar sekali menurut saya. Persis seperti yang dikatakan Yesus dalam Matius 20:28, “Anak Manusia (yaitu Yesus) datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan untuk banyak orang.”

Yesus yang adalah Tuhan itu, datang untuk melayani kita manusia. Koq mau, ya? Pikir saya. Tapi karena begitu besar kasihNya akan kita, makanya Dia rela datang dan mati untuk kita. Kurang baik apa lagi Dia itu kepada kita? Pemimpin yang baik mau mengorbankan miliknya yang paling berharga demi keselamatan/kesejahteraan rakyatnya.

Menjadi pemimpin yang baik juga seharusnya tidak hanya “talk”, tapi ada “action”. Saya pernah bekerja dengan tipe pemimpin seperti ini. Ia hanya menuntut ini itu dari kami, sering terlambat, merokok sembarangan dan tak mau repot-repot turun tangan bekerja. Pendek kata, bukan teladan yang baik. Akhirnya semua (iya SEMUA) stafnya membencinya, menyumpahinya dengan hal-hal jelek. Dan memang doa atau seruan orang-orang yang teraniaya (batinnya) itu pasti didengar Tuhan cepat atau lambat. Mantan pemimpin saya itu akhirnya turun jabatan menjadi staf biasa dan dipindahkan ke kota kecil. Tragis.

Wahai pemimpin yang baik, bekerjalah, jangan cuma menuntut ini dan itu dari bawahan anda, tapi anda sendiri tak bekerja. Omong kosong itu menurut saya. Kalau anda bekerja, anda memberi contoh kepada bawahan anda. Memang mungkin tidak semua orang atau semua staf anda akan menyukai kebijakan anda atau cara kerja anda. Pastilah ada yang sinis, iri atau dengki. Tapi selama anda memimpin dengan bijaksana, cerdas, tulus, jujur dan untuk Tuhan, teruskan saja!

Diatas segalanya, mintalah pimpinan Tuhan atas anda selama anda memimpin. Niscaya kepemimpinan anda tidak akan sia-sia. Namun kalau anda hanya mengandalkan kekuatan sendiri (baca: kesombongan dan keangkuhan) untuk memimpin, maka sia-sialah kepemimpinan anda itu. Kesombongan dan keangkuhan adalah permulaan kehancuran. Amin.

Kalau ada yang mau menambahi seperti apa pemimpin yang baik itu, silahkan lho :D.

Selamat memimpin!

Advertisements

2 thoughts on “Pemimpin yang Baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s