Ulang Tahun

Apa makna ulang tahun bagi Anda? Bagaimana Anda memperingati hari lahir Anda itu? Apakah dirayakan besar-besaran, atau kecil-kecilan? Atau Anda hanya merayakannya seorang diri? Atau mungkin Anda memperlakukan hari lahir Anda itu sama seperti hari-hari biasa lainnya? Atau mungkin, saking beratnya hidup, Anda sama sekali tak ingin mengingat-ingat hari lahir Anda itu? πŸ˜€

Keluarga saya tidak pernah mengadakan perayaan ulang tahun besar-besaran sampai mengundang banyak orang. Biasanya kami merayakannya dengan makan bersama di rumah. Entah makan pagi, makan siang atau makan malam. Disesuaikan waktunya kapan bisa kumpul semua anggota keluarga lengkap di meja makan.

Lalu ayah saya akan memimpin doa untuk anggota keluarga yang berulang tahun. Kemudian, ya, makan-makan dong. Makan masakannya ibu saya. πŸ™‚ Biasanya beliau masak makanan kesukaan anggota keluarga yang berulang tahun. Kalau saya sukanya ayam semur yang berkuah atau ayam pinadar atau ayam gota (masakan ayam ala Batak). Nyaaam. πŸ˜€ Jadi kangen nih sama mama.. Eh, sama masakan ayamnya maksud saya hihihiii. πŸ˜€

Setelah saya menikah, juga tak jauh beda. Jika suami atau saya berulangtahun, kami hanya berdua merayakannya. Merayakan dengan orang yang dikasihi, sudah cukup untuk saya. πŸ™‚

Pernah kejadian, sekitar tiga tahun lalu, ibu saya berulang tahun dan saya sedang bekerja di luar kota di Jawa Barat. Sebenarnya beberapa hari sebelumnya saya sudah menandai kalender di henpon, supaya tak lupa mengucapkan selamat ulang tahun kepada beliau. Tapi berhubung sinyal provider GSM di kota itu itil (ilang-ilang timbul), maka terpaksa saya menunda keinginan untuk menelepon ibu dan memutuskan untuk menghubunginya setelah kembali ke Jakarta atau kalau sinyalnya muncul.

Rupanya sinyal ilang-ilang timbulnya tidak konsisten di seluruh kota. Ada tempat-tempat yang sinyalnya kencang, dan ada yang tak ada sama sekali. Maka saya terkejut ketika kendaraan yang saya gunakan berhenti di suatu tempat di kota itu, henpon saya tiba-tiba berdering dan ternyata ibu saya yang menelepon!

Beliau pun langsung protes. Pasalnya, sampai siang hari menjelang sore itu, belum satu pun dari kami anak-anaknya meneleponnya atau meng-sms-nya. Artinya (bagi ibu saya), tak ada satu pun anaknya yang ingat kalau hari itu beliau ultah. Gawat!

Saya pun menjelaskan kejadian sebenarnya. Syukurlah beliau akhirnya tak kecewa lagi. Segera setelah ibu saya selesai menelepon, saya menghubungi adik-adik yang saat itu juga sudah pada merantau, dan meminta mereka mengucapkan selamat ultah kepada ibu.

Waktu itu saya merasa seperti anak durhaka yang “melupakan” ulang tahun orang tuanya. Tapi apa daya, keadaan yang memaksa saya harus seperti itu. Setelah itu saya berjanji pada diri sendiri untuk tidak menunda-nunda mengucapkan selamat kalau orangtua saya berulang tahun.

Mereka yang sudah membawa saya ke dunia ini, yang sudah membesarkan saya. Mereka tidak minta balasan apa-apa dari anaknya. Hanya sedikit perhatian saja, seperti mengatakan selamat ulang tahun, sudah menyenangkan hatinya. Pertanda kalau anaknya masih ingat kepada orangtuanya.

Tapi tahun ini, saat ibu saya berulang tahun lagi, beliau sudah tidak berharap anak-anaknya masih ingat ultahnya itu.

“Kalau ingat, syukur, kalau tidak ingat apa boleh buat, inang(*). Pokoknya mama tetap mendoakan kalian anak-anak kami. Ulang tahun berarti bertambah tua, semakin dekat waktunya untuk dipanggil Tuhan,” kata ibu saya di telepon.

Ya, ulang tahun berarti umur kita bertambah, semakin tua. Mudah-mudahan bukan hanya semakin tua, tapi juga semakin dewasa dan bijaksana. Seperti kata satu iklan yang pernah populer belasan tahun silam: “Tambah tua itu pasti, dewasa itu pilihan.”

Jadi, selamat ulang tahun untuk Anda semua yang berulang tahun hari ini. Bagaimanapun cara Anda merayakannya, jangan lupa bersyukur karena Tuhan masih memberi Anda nafas kehidupan. Berarti Anda masih diberi waktu untuk hidup bagiNya. Gunakanlah waktu Anda yang terbatas dan sedikit itu dengan bijaksana dan ingatlah senantiasa kepada Penciptamu. Anda ada karena Dia, dan akan kembali kepada Dia.

 

happy birthday

 

*****

(*) panggilan sayang kepada anak perempuan Batak, bisa juga artinya ‘ibu’

 

 

 

 

 

 

Advertisements

9 thoughts on “Ulang Tahun

  1. pursuingmydream says:

    Kalau di Jerman, sebagian besar yg ultah dirayakan, ya paling tidak kumpul keluarga, makan trus dapat kado dari anggota keluarga. Tapi aq pribadi lebih suka hanya berdua suami pas ultah, ga bikin acara apa2, mengucap syukur pada Tuhan Yesus kalau kita boleh melalui 1 tahun lagi kehidupan kita :), trus pasti suamiku kasih buket bunga :D.

    Like

  2. gold price says:

    Sesekali malah kami anak-anak dan menantu yang menyiapkan sebuah kue untuk ayah mertua atau ibu mertua yang akan berulang tahun. Tentu saja perasaan saya senang karena bisa makan-makan hehehe.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s