Mawar Jinggaku

Bulan Maret lalu saya memutuskan untuk memelihara tanaman seperti yang pernah saya tuliskan disini. Supaya balkon saya itu menjadi lumayan semarak (seronok kalau kata orang Malaysia πŸ˜€ ), maka selain membeli suplir, saya pun membeli mawar juga. Saya beli sekaligus tiga warna yaitu jingga, ungu kemerahjambuan (bener nggak sih ini bahasanya? πŸ˜€ ) dan merah.

Saya senang bunga mawar. Awalnya saya menjadi sangat suka sekali dengan mawar adalah, ketika melihat teman perempuan saya menikah beberapa tahun lalu. Teman saya yang juga orang Batak itu memakai bunga mawar (bukannya melati), sebagai bunga tangan dan hiasan di rambutnya. Biasanya pengantin perempuan Batak memakai melati untuk hiasan di sanggul dan bunga tangan. Tapi di hari pernikahannya, teman saya itu terlihat elegan, cantik dan sederhana dengan bunga mawar. Itulah sebabnya, ketika menikah pun, saya juga memilih mawar :).

Di awal saya beli, ketiga mawar itu masih berbunga. Makin hari makin layu lalu mati. Batangnya tambah tinggi dan berdaun hijau cantik memang, tapi bunganya pasti mati setelah berkuncup sedikit. Saya pun bingung. Kemudian saya gugel sana-sini dan konsultasi dengan kak Nella bagaimana caranya supaya mawar mau berbunga. (Psst, kak Nella itu jago berkebun, silahkan meluncur ke blognya dan lihatlah kebunnya yang cantik).

Eh, akhirnya setelah enam bulan berjuang, mawar saya berbunga juga :). Hati pun jadi berbunga-bunga juga :). Ini dia penampakannya pagi tadi:

Jadi, apa rahasianya supaya dia berbunga? Nyiramnya sekali dua hari saja, dipupuk tiap sepuluh hari sekali. Oya, beberapa minggu yang lalu, mawarnya saya pindahkan ke pot yang lebih besar, supaya lebih bisa bernafas :D. Dan rahasia terakhir adalah, sering-sering aja mawarnya diajak ngobrol, dipuji-puji keindahannya.

Rahasia yang terakhir itu agak aneh memang. Saya juga berpikir begitu koq. Awalnya saya tak percaya dan saya anggap angin lalu. “Ngapain juga ngajak bunga ngobrol? Iseng banget. Yang diajak ngobrol itu manusia,” kata saya dalam hati.

Tapi akirnya saya praktekkan juga, siapa tahu ada efeknya, nggak ada ruginya juga koq :D. Saya toh nggak langsung mati kalau ngobrol sama itu tanaman hihihiihii :D.

Dasar saya orangnya tegas, pas ngobrol sama mawar itu pun, ya, tegas juga :D. Si mawar kaget mungkin pas saya ajak pertama kali ngobrol hahaha… Beginilah kira-kira percakapan pertama kami kala itu, “Halo mawar, apa kabar? Kamu berbunga, ya, yang cantik… Dadaahh..” Singkat, padat, tegas, tak ada rayuan pulau kelapa yang mendayu-dayu :D. Tapi saya pikir si mawar tahu koq kalau saya tulus ngomongnya :).

Tiap kali disiram, maka tiap kali itu juga saya ajak ngobrol. Ternyata memang ada efeknya, lambat laun dia pun mekar berbunga. Seperti manusia saja…

Well, selamat memelihara mawar untuk yang mau yaaa.. Saya mau foto-foto dulu dong dengan si mawar :D.

Enjoy!

Advertisements

6 thoughts on “Mawar Jinggaku

  1. Wah cantik sekali! akhirnya si mawar mekar πŸ™‚ .. kalau saya liat agak warna orange, ya kombinasi kuning dan orange. Bunga mawar jangan sering2 disiram, trus harus kena matahari juga. Mawar saya dari Belanda lagi botak tapi ranting2nya masih hijau, jd masih terus saya pelihara. Hihihihi iya kadang saya ngobrol sama bunga2 atau tanaman2 saya. Kalau bunga saya suruh cepat keluar bunganya, kalau tanaman (sayuran) tomat, cabe, paprika dll saya suruh cepat berbuah kalau tidak saya potong ganti bibit baru (*nakut2in) :D. Karena disini mulai dingin maka tanaman (sayuran) harus segera berproduksi, saya mulai menyimpan biji (bibitnya) buat thn depan. Pas winter nanti mau di babat sayurannya, kalau bunga-bunga bisa taruh di dalam rumah ;-).

    Like

    1. oooo gitu ya kak.. btw, nanam wortel gak kak? aku rencananya pengen nanam wortel, stok dipasar kosong hampir 3 minggu. Ada wortel lokal (indonesia) tapi kualitas jelek, makanya diimpor 😦

      ngeri ya, negeri sebesar ini tapi nanam wortel bagus aja koq keknya susahnya minta ampun, malah diimpor.. hoalahhh.. 😦

      Like

      1. Aq sdh 3 kali nanam wortel tp gagal mulu, krn ketika tumbuh wortelnya kecil sekali dan rapuh, kena hujan tumbang deh :D, kena angin agak kecang goyang2 pohon kecilnya trus rubuh hahaha, males ngurusinya lagi, msh ada sisa2nya 3 wortel sudah panjang sulur2nya tp ga tau apa ada wortelnya dibawah tanah atau tidak :D, nanti pas dekat winter saja baru aq bongkar. Bibitnya ada yg aq tanam di tanah langsung dan di pot. Thn depan coba ber-eksperimen lagi ;-).

        Like

    1. serius kak, itu dia buktinya, mawarku berbunga akhirnya πŸ˜€ atas saran kak Nella Silaen itu lhooo πŸ˜€ dan sekarang bunga mawarku yg jingga itu juga sudah berbunga aaa senangnya :)))

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s