Keselamatan

Belum lama ini orangtua dari salah satu saudara saya meninggal dunia dalam usia 93. Usia yang luar biasa panjang menurut saya. Namun berapa pun usia kita sekarang, entah di umur berapa kita kembali kepadaNya, semua adalah karena anugerahNya.

Karena kami tak bisa menghadiri acara pemakamannya, maka kami mengirimkan pesan singkat turut berduka cita kepada saudara kami itu. Pesan kami dibalas dengan kalimat, “Terima kasih. Sudah terjadi sesuai dengan kehendakNya. Hanya itulah yang pasti dalam hidup ini, yaitu kematian dan membayar pajak??”

Dengan kemauan yang sangat besar dan keyakinan yang pasti, saya pun segera membalas pesan tersebut dengan, “Ada satu lagi yang pasti didalam hidup ini, yaitu keselamatan di dalam Yesus. Kalau kita percaya kepadaNya, maka kita akan bersama-sama dengan Dia di dalam kebahagiaan.”

Bukan tanpa maksud apa-apa saya menyampaikan pesan itu kepadanya. Saya memang bermaksud memperingatkan dan memberitahunya tentang keselamatan. Bahwa memang keselamatan hanya ada di dalam Yesus, seperti yang tertulis di Alkitab buku Kisah Para Rasul 4:12 yang berbunyi, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

Yesus sendiri juga dengan jelas berkata tentang diriNya di Yohanes 14:6, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”

Diluar Dia, tidak akan pernah kita menemukan keselamatan, meskipun kita susah payah mencarinya hingga ke ujung dunia.

Itu sudah harga mati bagi saya, tidak ada tawar menawar. Itulah yang saya imani. Saya sudah menemukan dan menerima keselamatan itu, maka saya harus memberitahukan hal itu kepada saudara saya tersebut dan kepada anda semua. Jika anda atau saudara saya itu tidak mau percaya dan menerima keselamatan itu, saya tidak berdosa, karena saya sudah memberitahunya. Namun jika saya tidak memberitahu tentang keselamatan itu kepada anda atau kepada saudara saya itu, padahal saya sudah tahu dimana keselamatan itu, maka saya berdosa.

Mungkin dulu kita pernah menerima Yesus sebagai Juru Selamat kita, namun seiring berlalunya waktu, kita melupakanNya, mengabaikanNya atau bahkan meninggalkanNya. Mudah-mudahan melalui tulisan ini kita diingatkan lagi.

Semoga Tuhan berkenan membuka hati kita semua yang mau menerimaNya. Amin.

Advertisements

4 thoughts on “Keselamatan

    1. kalau kita kerja dan digaji, pasti dipotong pajak penghasilan. makan di restoran, bayar pajak penjualan. punya rumah/ruko/tempat ibadah/rumah sakit, dll, pasti bayar pajak bumi dan bangunan; punya kendaraan pun bayar pajak; penggunaan listrik, air, dlst, semua dikenakan pajak. Jadi, bayar pajak memang hal yang pasti 🙂

      makasi ya udah berkunjung. salam kenal juga

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s