Balada Kartu

Beberapa hari yang lalu saya pergi belanja. Biasanya kalau belanja, saya tak pernah di satu tempat saja, pasti “pusing-pusing” kalau kata orang Medan :D. Karena barang-barang yang akan saya beli tidak berada di satu tempat saja, makanya saya jadi “pusing-pusing”. Pusing-pusing artinya keliling-keliling atau muter-muter :D.

Hari itu setelah selesai belanja di tempat A, saya pun pindah ke tempat belanja B, sambil membawa beberapa barang belanjaan dari tempat A. Tempat B (baca: supermarket) yang berada di plaza ini tidak membolehkan pengunjung membawa barang dari luar (kecuali tas, dompet atau barang yang dirasa berharga), sehingga saya pun harus menitipkan barang belanjaan saya di tempat penitipan barang mereka. Dan mereka memberikan kartu penitipan barang bernomor.

Selesai mencari barang-barang yang saya butuhkan, saya pun membayarnya lalu keliling-keliling sebentar di plaza tempat B itu. Cuci mata, bahasa ajaibnya :D. Biasalah, cuci mata, belanja, ngobrol, menulis adalah semacam terapi jiwa juga buat sebagian perempuan :).

Setelah puas keliling, saya melihat jam yang ternyata sudah hampir jam dua sore. Saya pun kembali ke tempat B tadi dengan agak terburu-buru. Maksud hati supaya segera pulang dan segera membereskan belanjaan. Tapi saat saya hendak mengambil barang di tempat penitipan, kartu penitipan barangnya tidak ada dimana-mana. Saya pun panik. Kantong celana, di laci tas, semua sudah diubek-ubek sampai ke sudut-sudutnya, namun benda kecil persegi itu tidak ada juga. “Waduh, gawat nih. Bisa nggak pulang-pulang nih gue. Nasib belanjaan gue gimana dong? Boleh dibawa pulang nggak,ya? Waduuh…” kata saya dalam hati waktu itu.

Sudah hampir tiga puluh tahun saya hidup di dunia ini dengan sekian juta kali pergi belanja dan menitipkan barang, baru kali ini saya kehilangan kartu penitipan barang. Apes bin ajaib. Padahal saya sangat yakin telah meletakkannya di tempat yang benar dan mudah diakses (kayak jalan aja diakses..).

Dengan lesu dan lumayan panik, saya pun melapor dan meminta maaf kepada petugas penitipan barang. Thank God (!), ternyata mereka membolehkan saya membawa pulang barang titipan saya, tapi setelah menyelesaikan proses administrasinya.


Tadi pagi saat celana yang saya pakai untuk belanja itu mau dicuci, saya merogoh kantong bagian belakangnya dan coba tebak apa yang saya temukan saudara-saudara.. Kartu penitipan barangnya ada disitu!!!!. Aneh bin ajaib.

Saya yang aneh atau kartunya yang aneh? Apakah karena faktor usia yang mempengaruhi daya ingat? Atau karena saya sudah panik dan buru-buru mau pulang, sehingga tidak konsentrasi mencari kartu tersebut? Atau memang kartunya yang iseng mau mengingatkan saya supaya ada bahan tulisan 😀 (Ngeles dot com bin bisa jadi juga kaleee.. hahahahaha…)

Entah karena apa pun itu para pembaca yang budiman, kalau anda hendak menyimpan benda berharga/penting, letakkanlah di tempat yang benar-benar anda ingat.. Ya iyalah, masak di tempat yang tidak diingat..halaaah.. Sudahlah.. Sekian dulu tulisan kali ini :D.


Pembaca yang budiman, pernahkah anda mengalami peristiwa apes bin aneh bin ajaib?

Advertisements

3 thoughts on “Balada Kartu

  1. Baru ingat satu kejadian ini, tapi ga apes :, akhir September tahun 2009, dibandara Schipol, dalam rangka kembali ke Indonesia, biasalah kan harus melalui loket imigrasi untuk di cek surat-suratnya, trus ditanya petugasnya “mana surat lapor polisi nya?” (kalau jalan-jalan ke Belanda, dalam 3 hari stl tiba harus lapor diri ke kantor polisi diarea sponsor kita tinggal) nah saya tidak lapor diri tuh, antara malas dan ogah.ogahan, sampai hari terakhir harus ke Indonesia. Nah di depan loket bandara saya pura-pura ga tau, pura bego “maaf pak surat apaan ya, coba liat aja deh tuh pak banyak terselip kan kertas-kertas, kartu dll dalam paspor saya, mungkin yg bpk cari ada disitu” :D, trus petugasnya langsung balikin paspor saya (malas tanya-tanya saya lagi kali krn antrianj dibelakang saya panjang), dan saya disuruh jalan… hehehhe.

    Like

  2. Hmm makanya kalau aku punya spot khusus untuk naruh kartu, karcis tiket, dll. Jadi pasti nyarinya kesitu.
    Kalau di spot khusus itu gak ada, udah dipastikan bahwa itu kartu atau karcis ilang 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s