Empati yang Menipis

Petugas Counter Check-In

Beberapa waktu yang lalu kami mengalami hal yang kurang mengenakkan di bandara Soekarno Hatta. Kami berangkat pagi-pagi, maksudnya supaya cepat tiba di bandara dan tidak terjebak macet. Tau sendiri lah, macet di Jakarta itu tidak bisa lagi diprediksi. Maka supaya tak kena macet, sebaiknya berangkat 3 atau 4 jam sebelumnya.

Setibanya di bandara, kami langsung menuju counter maskapai penerbangan kami untuk check-in. Setibanya di counter, ternyata mereka belum buka, namun penumpang yang mengantri sudah panjang. Akhirnya kami memilih satu dari beberapa counter mereka yang tidak begitu ramai dan berdiri menunggu.

Setelah menunggu beberapa lama, muncul petugas A yang mengatakan bahwa counter yang akan di buka adalah yang di sebelah kami. Maka kami pun segera pindah ke counter itu. Selang beberapa menit kemudian, muncul petugas B yang nampak telah siap untuk melayani para penumpang. Namun ternyata petugas B yang muncul itu bukan melayani counter kami yang awalnya disebut petugas A akan dibuka counternya. Dengan gampangnya si petugas A menyuruh kami pindah ke counter si petugas B.

Kami yang sudah lelah menunggu akhirnya tak bisa menahan diri untuk tidak mengumpat. “Taik kucinglah!”

Kami pun ‘terpaksa’ pindah lagi ke counter dimana petugas B berada.

Selagi kami menunggu, muncul petugas C yang menyempatkan ngobrol dan ketawa-ketiwi dengan rekannya. Bukannya segera pergi ke counternya melayani penumpang yang sudah ramai dan sudah menunggu sekian lama.

Kami sangat marah waktu itu. Khususnya saya.

Kami (baca:para penumpang) datang dari berbagai macam latar belakang pagi itu. Mungkin ada dari kami yang tak tidur semalaman, atau ada yang sudah bangun sejak subuh, mungkin ada yang baru bertengkar dengan keluarganya, mungkin ada yang hendak melayat orangtuanya yang meninggal atau keluarganya yang sakit, atau mau bertemu klien penting, atau mau mengikuti ujian di kota lain, kelelahan, dan lain sebagainya.

Apakah para petugas counter itu tau tentang latar belakang kami? Atau apakah mereka tau bagaimana usaha kami untuk tiba di tempat itu? Apakah mereka ingin tau? Saya pikir, pagi itu mereka tidak tau dan tidak mau tau.

 

Pesta yang Dibatalkan

Masih beberapa waktu yang lalu juga. Dalam rangka menghadiri pesta dari seorang keluarga kami di bulan X nanti, kami telah membeli tiket pesawat dari kota A ke B. Kami mewanti-wanti, supaya harga tak terlampau mahal di bulan X itu (karena saat itu hari raya), maka kami belilah tiket sedini mungkin.

Dan apa yang terjadi? Pestanya dibatalkan karena suatu alasan. Tiket pesawat kami bisa dikembalikan, namun hanya sedikit sekali.

Saya tak tau lagi mau ngomong apa. Marah, sedih, semua bercampur. Mau nuntut yang empunya pesta mengembalikan uang tiket kami? Mana mungkin. Apa mereka tau usaha kami untuk dapat menghadiri pesta mereka? Jauhnya jarak yang kami tempuh? Bagaimana dengan calon tamu yang lain? Tidak! Mereka tidak tau dan tidak mau tau!

***

Masih banyak kejadian lain yang sudah kami alami dalam hal menipisnya empati ini.
Kami bukannya gila hormat (!), hanya ingin diperlakukan dengan wajar. Disitulah saya lihat kalau empati memang sudah semakin menipis di zaman sekarang ini.

Atau mungkin, memang perlakuan seperti itulah yang wajar di zaman sekarang ini.

Empati menurut om wiki: termasuk kemampuan untuk merasakan keadaan emosional orang lain, merasa simpatik dan mencoba menyelesaikan masalah, dan mengambil perspektif orang lain.

Maka, kalau para petugas counter dan keluarga yang berpesta itu masih memiliki kadar empati yang tinggi, mereka tidak akan seenaknya menyuruh pindah counter, ketawa dan ngobrol dengan sesama rekan disaat antrian penumpang sudah panjang dan seharusnya segera dilayani, dan tidak seenaknya membatalkan pesta.

 

Bagaimana dengan Anda? Masih adakah empati dalam diri Anda?

Advertisements

5 thoughts on “Empati yang Menipis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s