Pelajaran dari Sang Suplir

Seumur-umur, baru kali ini saya memelihara tanaman. Bukan berkebun, ya, karena saya cuma mau mengisi balkon luar apartemen yang selama ini kosong, tandus.. Saya ingin menghiasnya dengan sedikit warna hijau disana. Dulu sih sempat berhubungan dengan yang namanya memelihara tanaman, soalnya orangtua saya pencinta tanaman. Tapi bagian saya paling-paling cuma menyiram, saya nggak begitu peduli apakah mereka hidup atau mati. Saya suka melihat tanaman, bunga, dan semacamnya, tapi tidak begitu suka memeliharanya :D.

Nah, beberapa bulan lalu saya putuskan untuk memelihara tanaman. Jangan mimpi mau memelihara banyak deh, sedikit saja tapi kalau bisa hidup terus, berkembang dengan cantik, saya sudah senang banget. πŸ™‚ Maka saya belilah beberapa tanaman. Salah satunya suplir ini. Saya senang melihat daunnya yang kecil-kecil hijau, ramai dan rindang. Awalnya saya semangat banget memeliharanya. Saya siram setiap hari dengan air (ya iyalah pakai air, masak pakai kismis? :D). Seperti punya mainan baru, awalnya sangat bersemangat.

Namun setelah beberapa waktu, saya mulai lupa menyiram (baca:malas). Menyiram kalau pas ingat saja. Apa lagi suplirnya semakin layu saja, tambah ciut hati saya. Ya sudahlah biar saja mati, begitu saya pikir. Tapi tetap saja saya sirami suplir itu. Suplir kan suka banyak air, dan suka naungan, tidak bisa langsung kena sinar matahari.

Dan hari ini tak sengaja saya melihat ada daun-daun suplir yang hijau terang nan segar. Saya pikir saya salah lihat. Tapi setelah saya dekati, ternyata benar, ada daun yang hijau gelap nan layu dan ada yang hijau terang nan segar seperti yang tertera di foto. Aaaa, senangnya hatiku, akhirnya si suplir bisa ‘sembuh’ :).

Ternyata suplir seperti manusia juga, akan mati kalau tak dipelihara dengan baik πŸ™‚

Sudahkah Anda memelihara tanaman Anda dengan baik hari ini? πŸ˜‰

Advertisements

8 thoughts on “Pelajaran dari Sang Suplir

  1. pursuingmydream says:

    Kemarin saya ganti tanah2 pot pohon tomat trus panen salat dan ganti pot salad dengan bibit bawang bombay, spt yg kamu bilang tanaman harus sering dirawat. ganti tanahnya secara berlakala dan paling penting disiram tiap hari :D.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s