Membayar Pajak

Pajak kalau di kota Medan dan sekitarnya berarti pasar. Tapi bukan pajak yang di kota Medan itu yang mau saya bahas, tapi pajak yang definisinya menurut om wikipedia adalah: iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang.

Akhir-akhir ini muncul lagi berita tentang pegawai kantor pajak yang menyelewengkan pajak. Kesal dan bete saya mendengarnya. Rasanya seperti dipermainkan oleh orang-orang yang di kantor pajak sana.

Kalau tak salah, slogan pajak itu masih berbunyi seperti ini kan? “Hari Gini Nggak Bayar Pajak? Apa Kata Dunia?

Lha saya sudah bayar, tapi situ koq malah menyelewengkan pajak yang sudah saya bayar itu?

Begitulah pikiran saya selama ini.

Lalu saya mencari bagaimana pandangan Yesus tentang membayar pajak ini.

Saya menemukan jawabannya di alkitab Markus 12:13-17:

Tentang membayar pajak kepada Kaisar:

Kemudian disuruh beberapa orang Farisi dan Herodian kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?”

Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!”

Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” Mereka sangat heran mendengar Dia.

Maka, sudah jelas, kalau kita wajib membayar pajak kepada negara. Tak usah ngomel-ngomel lagi. Kita bayarlah kewajiban kita, mau diselewengkan oleh pegawai kantor pajak atau tidak, itu bukan urusan kita. Ingat, setiap orang akan mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Tuhan suatu saat nanti. Dan berikanlah yang wajib kita beri kepada Tuhan, yaitu diri kita.

Saran saya, saat hendak membayar pajak, berdoalah: Tuhan, berkatilah pajak yang saya bayar ini supaya tidak menjadi kesia-siaan, tapi untuk membangun negara dan bangsa ini. Amin! 

Selamat membayar pajak!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s