Berdoa dan Percaya

Sering kita mendengar kalimat: Tuhan hanya sejauh doa. Jadi kalau kita berdoa ya artinya kita bercakap-cakap dengan Tuhan. Namun jujur saja, kadang-kadang kita berdoa hanya di saat krisis. Bahkan kadang kita menganggap doa itu sebagai beban, berdoa bukan hal yg menyenangkan.

Yesus berkata dalam Matius 26:41: “Berjaga-jagalah, dan berdoalah supaya kalian jangan mengalami cobaan. Memang rohmu mau melakukan yang benar tetapi kalian tidak sanggup, karena tabiat manusia itu lemah” (Akitab bahasa Indonesia sehari-hari).

Prayerless Christian = powerless Christian

Mulailah berdoa. Mengucap syukur kepada Tuhan, mengakui dosa-dosa kita, sampaikan masalah/pergumulan kita atau apa pun ke dalam doa. Mintalah apa kehendak Tuhan atas hidup kita.

Kadang-kadang saat berdoa, kita meminta hal-hal yang tidak bijaksana atau bahkan meminta hal yg salah dalam berdoa. Mari kita berdoa supaya kehendak Tuhan saja yang terjadi, di bumi seperti di surga.

Tuhan mengasihi kita dan peduli kepada setiap hal, baik kecil maupun besar, dalam hidup kita.

Berdoalah setiap saat. Percayalah padaNya, walaupun kadang kita tak mengerti apa maksud Tuhan dalam hidup kita. Seperti yang tertulis di Yesaya 55:8-9: “Tuhan berkata, pikiranKu bukan pikiranmu, dan jalanKu bukan jalanMu. Setinggi langit di atas bumi, setinggi itulah pikiranKu diatas pikiranmu, dan jalanKu di atas jalanMu“.

Jadi, berdoalah setiap saat.

Selamat berdoa dan percaya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s