Latest Entries
Becoming Like Jesus
bukan resensi

Becoming Like Jesus

Udah ribuan kali saya menggarami ikan dari mulai kecil disuruh-suruh mamak di dapurnya hingga sekarang di dapur sendiri. Setelah digarami, terbukti bahwa ikan memang tahan dibiarkan di kulkas bagian bawah (bukan di bagian freezer) selama beberapa hari sebelum diolah, tanpa membusuk. (meski begitu, paling baik memang sehabis diasamgaram langsung diolah secepatnya). Menurut buku Becoming Like … Continue reading

Pulang
et cetera

Pulang

1 januari 2018, pagi pertama di tahun baru, saya dan suami ngobrol di satu kedai di lantai paling bawah penginapan tempat kami berkumpul dengan keluarga besar untuk merayakan pergantian tahun. Beberapa jam sebelumnya, tepat setelah beberapa menit menyaksikan kembang api pertanda jam 00.00 dari jendela lebar di tempat kami berkumpul, saya langsung menelepon orangtua, bermaksud … Continue reading

Lumpia Malioboro
Food Journey

Lumpia Malioboro

Karena satu dan lain hal, rencana semula mampir ke Mirota, yang ternyata udah sekitar dua tahun berganti nama menjadi Hamzah Batik, terpaksa berganti. Hari mendung, agak gerimis. Saya berjalan kaki menyusuri jalanan Malioboro yang terkenal itu. Melewati pasar Beringharjo, kuda, becak, penjual batik dan oleh-oleh tumpah ruah. Di dekat hotel Mutiara langkah terhenti gara-gara harumnya … Continue reading

Congo Gallery & Cafe, Tempat Nongkrong Romantis di Dago
Photography

Congo Gallery & Cafe, Tempat Nongkrong Romantis di Dago

Kemaren Maroko, sekarang Congo. Kamu serius enggak habis ngadem di Afrika, mes? 😁😁 Iya seriuslah maz, bro, mbak, sis… 😁😁 Mungkin kebetulan aja kemaren itu beruntung bisa mampir di tempat-tempat cakep yang dibangun atas kecintaan sang pemilik pada wilayah-wilayah di Afrika sana…. Kecintaan sang pemiliknya akan kayu tak perlu diragukan lagi. Rasanya seperti masuk ke … Continue reading

Bedanya Kelas Ekonomi dan Eksekutif
Photography / Traveling

Bedanya Kelas Ekonomi dan Eksekutif

Cekikikan dan harumnya aroma makanan sukses membangunkanku yang lelap tertidur sejak dari stasiun Bekasi. Mataku mencari asal suara cekikian tanpa henti itu. Ah, ternyata sekelompok ibu-ibu manis berpakaian hitam dengan selendang merah jambu. Kami sama-sama naik dari Gambir tadi. Dugaanku mereka ikut demo Palestina atau arisan ke Tanah Abang. Mereka nonstop berbicara dalam bahasa Sunda … Continue reading